Business

Panduan Mudah Memecah Sertifikat Tanah Lengkap

Pembagian tanah umumnya dilaksanakan karena pembagian peninggalan atau untuk transaksi bisnis jual beli.

Hal tersebut mewajibkan pemilik merusak sertifikat tanah kepunyaannya.

Beberapa orang yang sering lakukan perpecahan tanah ialah hal yang susah, walau sebenarnya kamu dapat mengurusinya dengan gampang lho.

Ada dua tipe perpecahan sertifikat tanah, yaitu yang dilaksanakan developer atas nama perusahaan atau atas nama individu.

Bila kamu lakukan perpecahan nama atas nama individu, yok baca, langkah, persyaratan, dan ongkos yang perlu kamu mengeluarkan di bawah ini:

Apa Itu Perpecahan Sertifikat Tanah?
Sertifikat tanah merupaka surat tanda bukti pemilikan tanah yang syah yang ada dalam buku tanah.

Ada sertifikat tanah ini bermanfaat untuk memperhitungkan perselisihan tanah sama orang yang lain kemungkinan terjadi.

Perpecahan sertifikat tanah bermakna kamu mengeluarkan sertifikat baru untuk tanah-tanah yang telah diperpecah itu.

Persyaratan Merusak Sertifikat Tanah

Untuk lakukan perpecahan sertifikat tanah atas nama individu, atas beberapa document yang perlu kamu persiapkan.

Semua document ini harus disiapkan bagus di dalam wujud asli atau foto copy.

Begitupun dengan formulir permintaan yang sudah diisi dan diberi tanda tangan pemohon atau kuasanya di atas materai.

Berikut persyaratan yang perlu disanggupi dalam merusak sertifikat tanah:

  • – Jati diri (KTP dan KK)
  • – Isian luas, letak dan pemakaian tanah yang dimohon
  • – Pengakuan tanah tidak dalam perselisihan
  • – Pengakuan tanah terkuasai secara fisik
  • – Argumen perpecahan tanah
  • – Surat Kuasa (jika dikuasakan)
  • – Foto copy identitas pemohon dan kuasa jika dikuasakan (dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket)
  • – Sertifikat tanah asli
  • – Foto copy SPPT PBB
  • – Ijin Pengubahan Pemakaian Tanah (jika terjadi pengubahan pemakaian tanah);
  • – Menyertakan bukti SSP/PPh sesuai ketetapan
  • – Tapak kaveling dari Kantor Pertanahan

Langkah Merusak Sertifikat Tanah

Untuk lakukan perpecahan tanah, beberapa orang yang memakai layanan notaris/PPAT.

Tetapi, kamu harus keluarkan dana tambahan bila ingin memakai layanan seseorang.

Bila ingin lebih irit, kamu dapat lakukan perpecahan sertifikat tanah sendiri lho.

Yok, baca cara-caranya di bawah ini:

  • – Kunjungi kantor Tubuh Pertanahan Nasional (BPN) di tempat
  • – Isi formulir permintaan yang diberi tanda tangan pemohon atau kuasanya di atas meterai
  • – Kamu akan terima tanda terima sesudah lakukan registrasi arsip
  • – Petugas yang bertanggungjawab atas pengukur akan ke posisi dengan ditemani pemilik atau kuasanya
  • – Petugas akan menggambar hasil pengukur dan memetakan posisi pada peta yang disiapkan
  • – Penerbitan surat ukur untuk tanah yang diperpecahkan
  • – Penerbitan surat ukur untuk setiap tanah yang diperpecahkan
  • – Surat ukur diberi tanda tangan oleh kepala seksi pengukur dan penskalaan
  • – Sesudah memperoleh surat ukur, karena itu bakal ada penerbitan sertifikat di Subseksi Registrasi Hak dan Info (PHI)
  • – Sertifikat itu selanjutnya akan diberi tanda tangan kepala instansi pertanahan
  • – Proses perpecahan sertifikat usai dan kamu tinggal menanti sertifikat baru keluar.

Berapakah Perpecahan Sertifikat Tanah 2021

Merilis dari bermacam sumber, ongkos pecah sertifikat tanah bergantung dalam jumlah sektor dan luas setiap tempat yang ingin diperpecah.

Makin besar pembagian dan keseluruhan luas tanah, karena itu ongkos yang dikeluarkan makin tinggi.

Disamping itu, ada juga ongkos registrasi yang umumnya dikenai sejumlah Rp100 ribu per mengajukan.

Merilis situs Tubuh Pembimbingan Hukum Nasional, ongkos perpecahan sertifikat tanag didasari pada PP No. 13 Tahun 2010 mengenai Tipe dan Biaya Atas Tipe Akseptasi Negara Bukan Pajak (PNBN) yang berjalan di BPN.

Berikut perincian ongkos yang perlu dikeluarkan:

Ongkos Pengukur Tanah

Ongkos pengukur tanah disamakan dengan luas tanah yang dipunyai.

Rumus perhitungannya sebagai ini.

Luas tanah sampai 10 hektar, TU = (L / 500 x HSBKU) + Rp100.000

Luas tanah di antara 10 hektar s/d 1.000 hektar, TU = ( L / 4000 x HSBKU) + Rp14.000.000

Luas tanah di antara di atas 1.000 hektar, TU = (L / 10.000 x HSBKU) + Rp134.000.000

Ongkos Registrasi untuk Pertama Kali

Ongkos registrasi tanah pertama kalinya saat mengurusi sertifikat sejumlah Rp50.000.

Ongkos Pengecekan Tanah

Ongkos pengecekan tanah memiliki rumus sebagai berikut ini:

TPA = (L / 500 x HSBKPA) + Rp350.000

Ongkos TKA (Transportasi, Konsumsi, dan Fasilitas
Berdasar Pasal 20 Ayat 2 PP No. 13 Tahun 2010, ongkos TKA dijamin sendiri oleh pemohon dan masuk di kantong individu petugas.

Adapun besarnya ongkos TKA sekarang ini ialah Rp250.000.

Ongkos BPHTB (Bea Pencapaian Hak atas Tanah dan Bangunan)
Ongkos BPHTB yang harus kamu mengeluarkan saat mengurusi sertifikat tanah ialah 5% dari NPOP (Nilai Pencapaian Object Pajak) dikurangi NPOPTKP (Nilai Perolahan Object Pajak Tidak Terkena Pajak).

Ongkos ini harus kamu bayarkan saat sebelum sertifikat diedarkan.

Itu tutorial bila kamu ingin lakukan perpecahan sertifikat sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Matikan adblock untuk meneruskan membaca konten di Portal Satuwaktu.com